MySQL Query

MySQL adalah salah satu software DBMS (Database Management System) yang banyak digunakan saat ini. Untuk yang belum menginstall MySQL bisa mendownload & menginstall XAMPP. Di dalamnya sudah terdapat MySQL.

Setelah XAMPP terinstall, jalankan Command Prompt (untuk pengguna Windows) & ketikkan perintah seperti ini.

cd c:\xampp\mysql\bin

Jika XAMPP diinstall di direktori lain, pindah ke direktori tersebut dan masuk ke direktori xampp\mysql\bin. Pastikan MySQL sudah diaktifkan di XAMPP Control Panel. Setelah itu, ketikkan perintah di bawah ini untuk menjalankan MySQL.

mysql -u root

Continue reading

Garuda OS

Pernah dengar tentang Garuda OS? Garuda OS ini lumayan top di Kaskus, ada empat thread yang ngebahas OS ini & salah satunya jadi Hot Thread. Di thread-thread itu semua banyak kritikan yang diarahin ke OS ini & salah satu thread dibuat khusus untuk kritikan ke Garuda OS. Oke, postingan ini juga isinya kurang lebih berupa kritikan buat Garuda OS.

Gw mulai dari pencantuman nama GNU/Linux dalam website pengembang Garuda OS ini. Pengembang sama sekali nggak nyebutin kalau Garuda OS dibuat dari distro GNU/Linux PCLinuxOS dalam websitenya. Mungkin mereka nggak menyangkal kalau Garuda OS ini memang turunan dari distro PCLinuxOS, tapi mereka cuma nyebutin itu waktu ngereply komentar-komentar orang yang nanyain. Selain itu, mereka nggak nyebutin kalau Garuda OS pakai kernel Linux waktu mereka nyebutin versi kernel yang mereka pakai.

Inti (kernel) sistem operasi : 2.6.38.33.7

Sumber: GarudaOne.com

Continue reading

C++ Function Overloading

Function overloading adalah suatu fitur dalam bahasa pemrograman C++, di mana kita dapat menggunakan nama yang sama untuk beberapa function yang memiliki parameter input yang berbeda. Berikut ini contoh dua function dalam C++ yang dibuat overloading.

void printValue (float a) {
cout<<a<<endl;
}

void printValue (char a) {
cout<<a<<endl;
}

Continue reading

VLSM Classless Subnetting

VLSM classless subnetting adalah suatu metode dalam classless subnetting di mana subnet mask dalam setiap subnet di dalamnya disesuaikan dengan jumlah host dalam masing-masing subnet tersebut, sehingga subnet mask pada setiap subnet bisa berbeda, tidak seperti pada SLSM classless subnetting dan classful subnetting yang masing-masing subnetnya memiliki subnet mask yang sama. Misalnya kita harus membuat subnet dengan kebutuhan seperti pada soal ini.

Buatlah subnet untuk suatu organisasi dengan empat divisi, dengan network address 192.168.16.0/24 dan jumlah host dalam masing-masing divisi sebagai berikut:
- Divisi I, 100 host
- Divisi II, 5 host
- Divisi III, 2 host
- Divisi IV, 10 host

Continue reading