Kenapa IP Tracker Bisa Salah

Oke, postingan kali ini mungkin agak santai aja. Soalnya niatnya bukan ngeposting materi kuliah yang pernah gw dapet, tapi ngejelasin soal static addressing & dynamic addressing, berhubung beberapa waktu yang lalu sempet ada kenalan gw yang ngeluh gara-gara widget IP tracker di blognya salah ngetrack kota asal pengaksesnya. Jadi blognya diaksesnya dari kota A, tapi yang tercatat di situ kota B. Besoknya, yang tercatat kota C. Besoknya lagi ditulisnya kota D, padahal dia buka blognya selalu dari kota A.

Mungkin sebelum dijelasin ke bagian itu, gw jelasin sedikit dulu tentang cara kerja widget-widget itu. Widget itu nggak langsung kota asal tempat kita ngakses halaman itu, tapi ngecek IP address kita dulu. Kalau IP addressnya udah didapet, baru mereka ngecek ke database mereka. IP address yang banyak dipake sekarang masih IPv4, yang range IP addressnya dimulai dari 0.0.0.0 sampai 255.255.255.255. IP address itu dibagi-bagi ke banyak negara, masing-masing negara punya jatah range IP addressnya masing-masing, & di masing-masing negara IP addressnya dibagi-bagi lagi ke ISP. ISP yang jangkauannya luas nanti ngebagi IP address itu lagi buat wilayah-wilayah yang beda. Udah dapet gambarannya?

Nah, sekarang kita ke static addressing & dynamic addressing. Static IP address itu IP address yang dikasih ke satu host & IP address itu nggak bakal berubah sampai settingan IP address di host itu diubah, sementara dynamic IP address itu bisa berubah-ubah sendiri. Kalo kita ngakses satu halaman web dari tempat yang sama (misalnya dari rumah) beberapa kali & kota yang muncul di widget IP trackernya beda, itu gara-gara IP public dari ISP yang kita pake buat ngakses internet itu dynamic IP address. Pas kita berlangganan ISP, kita otomatis punya public IP address yang bisa kita pake buat koneksi ke Internet. Biasanya IP public yang kita dapet itu dynamic IP address. Kalau kebetulan IP address yang lagi kita pake itu berubah ke IP address yang terdaftar sebagai IP address dari kota lain di database IP trackernya, ya pastinya kita dianggap ngakses halaman web itu dari kota lain.

Sebenernya ada yang lain lagi, tapi nggak dikeluhin sama yang nanyain ini. Ya, mungkin dia nggak sadar kalopun widget IP trackernya ada yang ngakalin sih. Kita bisa masuk ke halaman webnya tanpa kedeteksi widget IP tracker itu kalo script IP trackernya nggak jalan. Jadi kalo settingan browsernya udah diutak-atik sih mungkin banget buat lolos dari widget itu. Bisa juga dari website-website kayak Ninja Cloak atau Reldy SSL Proxy. Biasanya script dari widget-widget macem begituan nggak berfungsi kalo halaman webnya dibuka lewat website-website semacem itu. Mungkin berfungsi, tapi nggak 100% jalan. Kalau dibuka dari browser Opera Mini di hape juga biasanya nggak kedetect, kalopun kedetect pasti yang kedetect kotanya dari Amerika.

Yang terakhir, yang paling canggih: ngutak-atik settingan proxy browser. Caranya? Googling aja cara setting proxy buat browser yang biasa dipake, lalu ganti proxy address & portnya dengan yang ada di daftar ini. Cobain aja satu-satu, pilih yang paling disuka. Kalo pake cara ini browsingnya jadi lelet pas pake browser yang settingan proxynya diutak-atik. Kenapa lelet? Ya, normalnya sih kalo kita browsing itu kira-kira kayak begini.

Client ----------------------------------------------> Web Server

Nah, berhubung kita pake proxy, jadi kita browsingnya begini.

Client ----------------> Proxy Server ---------------> Web Server

Jadinya agak lelet, soalnya data yang dikirim & data yang diterima harus lewat proxy server dulu. Kalo kita browsingnya begini, IP tracker bakal ngedetect IP proxy servernya, jadi otomatis kota yang ditampilin di widgetnya itu kota tempat proxy servernya disimpen. Pas kita browsing pake Opera Mini juga kira-kira begini, soalnya setau gw kalo kita browsing lewat Opera Mini itu harus lewat servernya yang ada di Amerika dulu. Makanya kalopun sampe kedetect, pasti yang kedetect itu IP address dari Amerika.

Oke, rasanya itu udah semua yang gw tau. Selamat mencoba deh.

One thought on “Kenapa IP Tracker Bisa Salah

  1. Pingback: Proxy Server: Nembus Blokiran | Twisted Pair

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s