Bilangan Desimal, Biner, Oktal, & Heksadesimal

Sekarang gw mau ngebahas tentang sistem-sistem bilangan yang biasa dipake di komputer. Bilangan desimal kayaknya sih udah cukup umum, termasuk buat orang-orang yang nggak familiar dengan pemrograman & ilmu komputer. Tapi kayaknya gw bakal mulai dari situ dulu. Angka-angka yang kepake di sistem bilangan desimal cuma angka 0-9, penulisannya sih standar aja. Ini deretan bilangan desimal dari angka 0 sampe angka 20.

0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20

Udah tau lah ya kalo bilangan desimal? Kalo ngikutin urutan sistem bilangan yang gw sebut di judul postingan kali ini, seharusnya gw ke bilangan biner dulu baru ke bilangan oktal. Tapi kayaknya lebih gampang buat diikutin kalo gw tunjukin bilangan oktal dulu, disusul bilangan biner, lalu bilangan heksadesimal. Angka yang kepake buat penulisan bilangan oktal cuma angka 0-7. Ini deretan bilangan oktal dari angka 0 sampe angka 20.

0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 20, 21, 22, 23, 24

Continue reading

VLSM Classless Subnetting

VLSM classless subnetting adalah suatu metode dalam classless subnetting di mana subnet mask dalam setiap subnet di dalamnya disesuaikan dengan jumlah host dalam masing-masing subnet tersebut, sehingga subnet mask pada setiap subnet bisa berbeda, tidak seperti pada SLSM classless subnetting dan classful subnetting yang masing-masing subnetnya memiliki subnet mask yang sama. Misalnya kita harus membuat subnet dengan kebutuhan seperti pada soal ini.

Buatlah subnet untuk suatu organisasi dengan empat divisi, dengan network address 192.168.16.0/24 dan jumlah host dalam masing-masing divisi sebagai berikut:
- Divisi I, 100 host
- Divisi II, 5 host
- Divisi III, 2 host
- Divisi IV, 10 host

Continue reading

Subnetting

Subnetting berguna untuk membagi sebuah jaringan menjadi beberapa sub jaringan (subnet) yang lebih kecil. Dalam subnetting, dikenal istilah subnet mask. Subnet mask yang biasa kita temui jika kita melihat konfigurasi IP address di komputer-komputer adalah 255.255.255.0. Dengan subnet mask seperti itu, dalam jaringan tersebut bisa terdapat 256 IP address, dengan 254 IP address yang dapat digunakan, satu IP address sebagai network ID, dan satu IP address sebagai broadcast address.

Misalnya terdapat sebuah jaringan dengan network address 192.168.16.0 dan subnet mask 255.255.255.0, maka IP address yang terdapat dalam jaringan tersebut adalah sebagai berikut.

Network ID: 192.168.16.0
Broadcast Address: 192.168.16.255
Available IP Address: 192.168.16.1 - 192.168.16.254

Continue reading