Proxy Server: Nembus Blokiran

Proxy server ini pernah gw jelasin sedikit sebelum ini waktu gw ngebahas masalah IP tracker & cara ngakalinnya. Proxy server ini bertindak sebagai perantara, misalnya kalo kita mau ngakses server X kita harus ngelewatin proxy server dulu buat requestnya. Nanti proxy server yang bakal ngerequest koneksi ke server X, lalu data dari server X tadi dikirim ke kita lagi. Karena data yang kita kirim & terima harus lewat proxy server dulu, pastinya koneksi jadi berasa lebih lambat daripada akses langsung. Kenapa kita harus pake proxy server, nggak langsung aja ke server X? Ya, ada beberapa kondisi yang bikin kita nggak bisa ngakses langsung server yang mau kita akses. Di kondisi begini kita butuh proxy server yang bisa kita akses & bisa ngakses server yang mau kita akses buat jadi perantara kita.

Contoh kasus di mana kita butuh proxy server buat ngakses server-server lain ada di kampus gw. Komputer-komputer kampus yang ada di perpus, lab, & ruang komputer udah diset buat ngelewatin proxy server di kampus kalo mau konek ke Internet lewat LAN. Ada beberapa proxy server di kampus gw yang masing-masing punya batasan sendiri-sendiri soal website mana aja yang bisa dibuka lewat proxy server itu & kita nggak bisa browsing kalo nggak lewat proxy server kampus. Proxy server kampus ini juga berfungsi buat ngeblok akses ke website-website yang dilarang buat diakses. Misalnya komputer lab dilarang ngakses Facebook & Twitter, jadi komputer-komputer yang ada di situ disambungin ke proxy server yang nggak ngebolehin akses ke Facebook & Twitter. Tapi bisa diakalin juga sih asal ada proxy server lain yang bisa ngebuka website-website tadi yang bisa dipakai.

Continue reading

Kenapa IP Tracker Bisa Salah

Oke, postingan kali ini mungkin agak santai aja. Soalnya niatnya bukan ngeposting materi kuliah yang pernah gw dapet, tapi ngejelasin soal static addressing & dynamic addressing, berhubung beberapa waktu yang lalu sempet ada kenalan gw yang ngeluh gara-gara widget IP tracker di blognya salah ngetrack kota asal pengaksesnya. Jadi blognya diaksesnya dari kota A, tapi yang tercatat di situ kota B. Besoknya, yang tercatat kota C. Besoknya lagi ditulisnya kota D, padahal dia buka blognya selalu dari kota A.

Mungkin sebelum dijelasin ke bagian itu, gw jelasin sedikit dulu tentang cara kerja widget-widget itu. Widget itu nggak langsung kota asal tempat kita ngakses halaman itu, tapi ngecek IP address kita dulu. Kalau IP addressnya udah didapet, baru mereka ngecek ke database mereka. IP address yang banyak dipake sekarang masih IPv4, yang range IP addressnya dimulai dari 0.0.0.0 sampai 255.255.255.255. IP address itu dibagi-bagi ke banyak negara, masing-masing negara punya jatah range IP addressnya masing-masing, & di masing-masing negara IP addressnya dibagi-bagi lagi ke ISP. ISP yang jangkauannya luas nanti ngebagi IP address itu lagi buat wilayah-wilayah yang beda. Udah dapet gambarannya?

Continue reading

IP Class & Private Network

Semua IP address yang tersedia pada IPv4 dibagi ke dalam class-class. Berikut ini adalah class dari IP address tersebut.

Class A
Address Range: 0.0.0.0 s/d 126.255.255.255

Class B
Address Range: 128.0.0.0 s/d 191.255.255.255

Class C
Address Range: 192.0.0.0 s/d 223.255.255.255

Class D
Address Range: 224.0.0.0 s/d 239.255.255.255

Class E
Address Range: 240.0.0.0 s/d 255.255.255.255

Continue reading

VLSM Classless Subnetting

VLSM classless subnetting adalah suatu metode dalam classless subnetting di mana subnet mask dalam setiap subnet di dalamnya disesuaikan dengan jumlah host dalam masing-masing subnet tersebut, sehingga subnet mask pada setiap subnet bisa berbeda, tidak seperti pada SLSM classless subnetting dan classful subnetting yang masing-masing subnetnya memiliki subnet mask yang sama. Misalnya kita harus membuat subnet dengan kebutuhan seperti pada soal ini.

Buatlah subnet untuk suatu organisasi dengan empat divisi, dengan network address 192.168.16.0/24 dan jumlah host dalam masing-masing divisi sebagai berikut:
- Divisi I, 100 host
- Divisi II, 5 host
- Divisi III, 2 host
- Divisi IV, 10 host

Continue reading

Subnetting

Subnetting berguna untuk membagi sebuah jaringan menjadi beberapa sub jaringan (subnet) yang lebih kecil. Dalam subnetting, dikenal istilah subnet mask. Subnet mask yang biasa kita temui jika kita melihat konfigurasi IP address di komputer-komputer adalah 255.255.255.0. Dengan subnet mask seperti itu, dalam jaringan tersebut bisa terdapat 256 IP address, dengan 254 IP address yang dapat digunakan, satu IP address sebagai network ID, dan satu IP address sebagai broadcast address.

Misalnya terdapat sebuah jaringan dengan network address 192.168.16.0 dan subnet mask 255.255.255.0, maka IP address yang terdapat dalam jaringan tersebut adalah sebagai berikut.

Network ID: 192.168.16.0
Broadcast Address: 192.168.16.255
Available IP Address: 192.168.16.1 - 192.168.16.254

Continue reading